Rabu, 07 Februari 2018 12:23

BUKU PANDUAN SKRIPSI

Written by

Bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, silahkan unduh file berikut dan ikuti panduan dan standar yang ada.

Program Studi S1 Manajemen kembali pertahankan akreditasi A Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berdasarkan SK No. 2527/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2017. Hal ini menunjukkan bahwa Prodi Manajemen memiliki semua kualifikasi yang sangat baik sebagai institusi pendidikan bidang ilmu manajemen yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional. Dengan berbagai standar ukuran yang dievaluasi oleh BAN-PT termasuk Kualitas SDM Dosen, Kurikulum, Mahasiswa dan Lulusan, Kualitas Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Dengan diraihnya akreditasi “A” juga semakin mendukung daya saing lulusan Prodi di pasar tenaga kerja Nasional.

Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas academica yang ikut mendukung penjagaan dan peningkatan kualitas mutu di Prodi. Prodi juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan kedepan. Selain akreditasi level nasional, saat ini prodi juga sedang mempersiapkan dan mengajukan proses akreditasi di level internasional kepada AUN (ASEAN University Network) melalui skema AUN-Quality Assurance (AUN-QA).

Selasa, 19 September 2017 14:29

Sertifikat Akreditasi Prodi Manajemen FEUA

Written by

Sertifikat Akreditasi Prodi Manajemen tahun 2017 s/d 2022.

Silahkan Download Lampiran dibawah

Tim asesor akreditasi BAN-PT kunjungi Prodi Manajemen dalam rangka Re-Akreditasi Program Studi Manajemen FE UNAND. Tim yang terdiri dari Prof. Dr. Muhammad Ali, SE., MS. dari Universitas Hasanuddin dan Prof. Dr. Anis Eliyana, SE., M.Si dari Universitas Airlangga akan melakukan assessment pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 16 - 17 Juni 2017.

Seluruh Civitas Academica Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas mengucapkan selamat datang dan selamat bekerja kepada Tim Asesor. Semoga diberikan kelancaran dan kemudahan dalam melaksanakan tugas.

 

M. Fany Alfarisi meraih gelar Ph.D setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Non Traditional Activities In ASEAN - 5 Countries" dalam ujian doktor di International Islamic University Malaysia (IIUM) pada tanggal 30 Mei 2017. 

Dengan keberhasilan Fany mencapai gelar doktor tersebut, Prodi Manajemen FE UNAND kembali menambah jumlah staff dosen dengan kualifikasi S3 sehingga saat ini telah berjumlah 22 orang. Diharapkan kedepannya dengan semakin meningkatnya kualifikasi pengajar dilingkungan Prodi Manajemen FE UNAND juga semakin meningkatkan kualitas Prodi.

Segenap civitas academica Prodi Manajemen FE UNAND mengucapkan selamat bergabung kembali di Prodi dan semoga ilmu yang diperoleh dapat membantu pencapaian tujuan bersama. RFH

Silaturahmi Alumni Lintas Angkatan PS Manajemen dan Diskusi Pembentukan Forum Alumni Manajemen (FAM) FE UNAND

Dalam rangka mempererat silaturahmi dengan alumni, PS Manajemen mengadakan pertemuan alumni lintas angkatan bersama pengelola PS. Bertempat di ruang seminar PS, pertemuan ini membahas seputar perkembangan PS Manajemen dan rencana pembentukan Forum Alumni Manajemen (FAM) Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Pertemuan ini juga dihadiri oleh unsur pimpinan Fakultas Ekonomi yaitu Dekan - Dr. Harif Amali Rivai, M.Sc, Wakil Dekan II - Dr. Masyhuri Hamidi, M.Sc dan Wakil Dekan III -Dr. Vera Pujani, MM, Tech.

Dari  pertemuan ini diperoleh beberapa hal penting seperti masukan untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di PS Manajemen, penguatan kontribusi alumni terhadap PS Manajemen. serta rencana pembentukan Forum Alumni Manajemen dan reuni akbar. Dr. Verinita, M.Si selaku ketua PS Manajemen menyatakan bahwa alumni merupakan salah satu elemen penting yang ikut menopang kemajuan PS. Melalui pertemuan ini diharapkan hubungan PS dan alumni akan semakin erat sehingga terbentuknya sinergi yang dapat memajukan PS Manajemen di masa depan. Masukan-masukan yang diberikan oleh alumni sangat berarti bagi PS untuk semakin meningkatkan kualitas dan mutu PS, imbuhnya.

RFH

Kesalahpahaman pelaku Start-up

Oleh: Donard Games
Dosen Kewirausahaan di Universitas Andalas
 

Banyak pihak yang sangat optimistis dalam memandang perusahaan rintisan (startup). Pengusaha yang merintis dan mempersiapkan diri untuk membesar dalam waktu dekat dilihat sebagai wajah masa depan perekonomian Indonesia. Bukan hanya di masa depan, kini pun orang melihat pelaku startup dengan berbinar penuh antusiasme.  

Tidak ada yang salah dengan harapan itu. Dengan perekonomian Indonesia saat ini yang ditopang dengan pasar domestik yang besar serta kelas menengah yang makin melek teknologi, makin banyak ide dan bisnis berbasis inovasi bisa dilakukan.

Namun, sebelum jauh melangkah, ada baiknya pelaku startup baik pada fase sangat awal maupun bagi yang memulai komersialisasi atau bahkan bagi yang baru akan memulai usaha untuk memerhatikan beberapa hal. Semuanya bisa jadi berawal dari kesalahpahaman yang sebenarnya bisa diluruskan sejak awal.

Kesalahpahaman yang umum adalah menyamakan startup dengan startup digital. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, begitu banyak mahasiswa, alumni, maupun mereka yang banting setir untuk memulai bisnis, mengidentikkan start up dengan startup digital. Ketika saya mengumpulkan komunitas startup di Kota Padang, seluruhnya ternyata adalah startup digital. Ini mungkin berawal dari begitu gencarnya pemberitaan tentang startup digital oleh media.

Kisah sukses sejumlah startup digital termasuk iklan mereka yang berseliweran kemudian menginspirasi begitu banyak kaum muda. startup digital banyak mengisi ruang-ruang yang sebelumnya diisi dengan cara-cara yang tidak efisien. Go-jek membuat orang bisa bepergian lebih fleksibel; Igrow bisa mengisi ruang kosong antara investor dan pemodal, dan tukangsayur.co bisa mengisi kebutuhan sayur rumah tangga yang sibuk.

Namun demikian, hal yang menjadi masalah adalah ketika startup digital juga mengisi fantasi-fantasi yang bisa mengakibatkan kesalahpahaman yang berakibat fatal. Games (2017) mengonfirmasi bahwa banyak kaum muda kalangan terdidik bersedia masuk ke dunia bisnis semata karena terpengaruh gemerlap startup digital yang digambarkan penuh warna, canggih, dan bergengsi.

Penerimaan dari orang-orang terdekat dan masyarakat sekitar membuat mereka merasa leluasa untuk memulai usaha baru sekaligus memberikan kebanggaan di masa awal berbisnis.

Hanya saja, (calon) pelaku startup digital ini harus mempertimbangkan skenario terburuk yang mungkin akan mereka hadapi. Mazzarol (2012) mengingatkan bahwa seringkali pelaku startup terjebak pada penerapan teknologi yang rumit, lama dan berbiaya tinggi. Akibatnya, startup jenis ini banyak yang layu sebelum berkembang alias tidak pernah bisa masuk pasar.

 

Salah paham atau gagal paham?

Hanya sedikit yang muncul ke permukaan dan sukses. Secara singkat, startup tidaklah sama dengan startup digital yang membutuhkan banyak persyaratan untuk bisa sukses dan betapa banyak, startup yang berdiri dengan fondasi yang lemah karena alasan yang salah: coba-coba di bisnis yang penuh fantasi dan melupakan aspek-aspek mendasar dalam berbisnis.

Sektor jasa dan perdagangan memang menunjukkan tren positif sebagaimana keduanya menyumbang 70% dari tambahan lapangan kerja di 2016. Faisal (2017) juga telah memprediksi bahwa manufaktur dan pertanian masih mengalami perlambatan di tahun 2017. Namun demikian, bukan berarti bahwa startup sebaiknya hanya berfokus pada jasa dan perdagangan. Kesalahpahaman lainnya dari (calon) pelaku startup adalah mereka seringkali melihat tren sesaat saja dan bukan berpatokan pada aspek kesinambungan usaha. Kesinambungan hanya bisa didapat dari competitive advantage dan ini berasal terutama dari inovasi. Dalam hal ini, inovasi tidaklah identik dengan teknologi mahal dan rumit.

Menarik disimak bahwa sebagian kaum muda terdidik lari dari pusat inovasi (universitas) dan lebih tertarik kepada model bisnis yang sama sekali baru dan belum terbukti. Dengan segala keterbatasannya, riset di perguruan tinggi umumnya berasal dari suatu masalah dan berbasis potensi daerah. Ini bisa dimanfaatkan secara maksimal sehingga muncul startup yang lebih siap melakukan komersialisasi, startup dengan pelaku yang memulai semuanya dari pemahaman dan fondasi bisnis yang benar dan kuat.

 
Dikutip dari: http://analisis.kontan.co.id/news/kesalahpahaman-pelaku-startup?page=1
 
 

Dalam upaya melatih mahasiswa pada kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, dosen Jurusan Manajemen telah melibatkan mahasiswa dalam kegiatan yang didanai oleh kemenristek-dikti anggaran 2017. Kegiatan ini bisa mendorong percepatan masa studi mahasiswa karena mereka akan terlibat aktif dalam penelitian dosen dan sekaligus dapat menjadi tugas akhir (skripsi) mahasiswa.

Tahun ini, Ratni Prima Lita dengan anggota tim: Meuthia, Ranny Fitriana Faisal, dan Sari Lenggogeni melibatkan 8 (delapan) orang mahasiswa untuk kegiatan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) dan 4 (empat) orang mahasiswa untuk kegiatan pengabdian dengan anggota tim: Meuthia dan Sari Surya dalam kegiatan Ipteks Bagi Produk Ekspor (IBPE).  Kedua kegiatan memilih objek Industri Kreatif khususnya Industri Kerajinan di Sumatera Barat.

12 (dua belas) orang mahasiswa jurusan Manajemen FEUA ini terdiri dari 6 (enam) orang mahasiswa reguler, 2 (dua) orang mahasiswa internasional dan 4 (empat) orang mahasiswa Kampus II Payakumbuh. Konsentrasi mereka adalah Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Kewirausahaan.

Mahasiswa cukup antusias dalam kegiatan yang dilakukan dosen. Hal ini terlihat dari keseriusan dan semangat mereka untuk terlibat aktif mulai dari persiapan kegiatan yang telah dimulai pada tanggal 23 Februari 2017 hingga pengumpulan data ke lapangan yang telah dilakukan sejak tanggal 03 Maret 2017. Semoga kegiatan ini juga memotivasi mahasiswa untuk mengaplikasikan imu yang telah diperoleh selama bangku kuliah dan mendorong mahasiswa lain untuk ikut terlibat dalam kegiatan dosen.

Satu lagi, dosen Manajemen FE UA berhasil menyelesaikan studi doktor di salah satu universitas terkemuka di Eropa.

Memilih untuk melanjutkan studi doktoral di Maastricht School of Management - Netherland (Belanda) Ma'ruf meraih gelar Doctor of Business Administration (DBA) pada 22 Februari 2017. Gelar tersebut diraih  dengan menyelesaikan disertasinya yang berjudul "Adoption of environmental strategy in hotel industry in Indonesia"  dibawah bimbingan Prof. E. J. de Bruijn. Dalam disertasinya tersebut, ia menggunakan mixed method approach untuk mengeksplor hubungan antara peran penting stakeholder dan adopsi environmental strategy. Sebelumnya, temuan awal penelitian tersebut telah dipresentasikan pada International Conference in International Business (ICIB), Thessaloniki, Greece (Yunani) pada Mei 2012 dan dinobatkan sebagai paper terbaik.

Melalui Ketua Program Studi - Dr. Verinita, SE., M.Si, keluarga besar Program Studi Manajemen mengucapkan selamat dan sukses untuk Ma'ruf atas capaian tersebut dan selamat bergabung kembali di Program Studi Manajemen FE UA. Lebih lanjut Verinita menyatakan bahwa dengan kembali bergabungnya Ma'ruf akan semakin memperkuat sumber daya dosen di Program Studi Manajemen serta Fakultas Ekonomi umumnya. Hal ini adalah wujud komitmen dan dukungan Program Studi Manajemen untuk selalu meningkatkan Sumber Daya Dosen dalam rangka mewujudkan Visi Program Studi. Saat ini Program Studi Manajemen juga tengah menugaskan beberapa orang staf dosen untuk melanjutkkan studi doktoral diberbagai kampus baik di Indonesia maupun di luar negeri, tambahnya. RFH

    

  

 
 

Statistik Kunjungan

059021
Today
This Week
This Month
All days
62
332
1704
59021