Tim asesor akreditasi BAN-PT kunjungi Prodi Manajemen dalam rangka Re-Akreditasi Program Studi Manajemen FE UNAND. Tim yang terdiri dari Prof. Dr. Muhammad Ali, SE., MS. dari Universitas Hasanuddin dan Prof. Dr. Anis Eliyana, SE., M.Si dari Universitas Airlangga akan melakukan assessment pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 16 - 17 Juni 2017.

Seluruh Civitas Academica Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas mengucapkan selamat datang dan selamat bekerja kepada Tim Asesor. Semoga diberikan kelancaran dan kemudahan dalam melaksanakan tugas.

 

M. Fany Alfarisi meraih gelar Ph.D setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Non Traditional Activities In ASEAN - 5 Countries" dalam ujian doktor di International Islamic University Malaysia (IIUM) pada tanggal 30 Mei 2017. 

Dengan keberhasilan Fany mencapai gelar doktor tersebut, Prodi Manajemen FE UNAND kembali menambah jumlah staff dosen dengan kualifikasi S3 sehingga saat ini telah berjumlah 22 orang. Diharapkan kedepannya dengan semakin meningkatnya kualifikasi pengajar dilingkungan Prodi Manajemen FE UNAND juga semakin meningkatkan kualitas Prodi.

Segenap civitas academica Prodi Manajemen FE UNAND mengucapkan selamat bergabung kembali di Prodi dan semoga ilmu yang diperoleh dapat membantu pencapaian tujuan bersama. RFH

Silaturahmi Alumni Lintas Angkatan PS Manajemen dan Diskusi Pembentukan Forum Alumni Manajemen (FAM) FE UNAND

Dalam rangka mempererat silaturahmi dengan alumni, PS Manajemen mengadakan pertemuan alumni lintas angkatan bersama pengelola PS. Bertempat di ruang seminar PS, pertemuan ini membahas seputar perkembangan PS Manajemen dan rencana pembentukan Forum Alumni Manajemen (FAM) Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Pertemuan ini juga dihadiri oleh unsur pimpinan Fakultas Ekonomi yaitu Dekan - Dr. Harif Amali Rivai, M.Sc, Wakil Dekan II - Dr. Masyhuri Hamidi, M.Sc dan Wakil Dekan III -Dr. Vera Pujani, MM, Tech.

Dari  pertemuan ini diperoleh beberapa hal penting seperti masukan untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di PS Manajemen, penguatan kontribusi alumni terhadap PS Manajemen. serta rencana pembentukan Forum Alumni Manajemen dan reuni akbar. Dr. Verinita, M.Si selaku ketua PS Manajemen menyatakan bahwa alumni merupakan salah satu elemen penting yang ikut menopang kemajuan PS. Melalui pertemuan ini diharapkan hubungan PS dan alumni akan semakin erat sehingga terbentuknya sinergi yang dapat memajukan PS Manajemen di masa depan. Masukan-masukan yang diberikan oleh alumni sangat berarti bagi PS untuk semakin meningkatkan kualitas dan mutu PS, imbuhnya.

RFH

Kesalahpahaman pelaku Start-up

Oleh: Donard Games
Dosen Kewirausahaan di Universitas Andalas
 

Banyak pihak yang sangat optimistis dalam memandang perusahaan rintisan (startup). Pengusaha yang merintis dan mempersiapkan diri untuk membesar dalam waktu dekat dilihat sebagai wajah masa depan perekonomian Indonesia. Bukan hanya di masa depan, kini pun orang melihat pelaku startup dengan berbinar penuh antusiasme.  

Tidak ada yang salah dengan harapan itu. Dengan perekonomian Indonesia saat ini yang ditopang dengan pasar domestik yang besar serta kelas menengah yang makin melek teknologi, makin banyak ide dan bisnis berbasis inovasi bisa dilakukan.

Namun, sebelum jauh melangkah, ada baiknya pelaku startup baik pada fase sangat awal maupun bagi yang memulai komersialisasi atau bahkan bagi yang baru akan memulai usaha untuk memerhatikan beberapa hal. Semuanya bisa jadi berawal dari kesalahpahaman yang sebenarnya bisa diluruskan sejak awal.

Kesalahpahaman yang umum adalah menyamakan startup dengan startup digital. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, begitu banyak mahasiswa, alumni, maupun mereka yang banting setir untuk memulai bisnis, mengidentikkan start up dengan startup digital. Ketika saya mengumpulkan komunitas startup di Kota Padang, seluruhnya ternyata adalah startup digital. Ini mungkin berawal dari begitu gencarnya pemberitaan tentang startup digital oleh media.

Kisah sukses sejumlah startup digital termasuk iklan mereka yang berseliweran kemudian menginspirasi begitu banyak kaum muda. startup digital banyak mengisi ruang-ruang yang sebelumnya diisi dengan cara-cara yang tidak efisien. Go-jek membuat orang bisa bepergian lebih fleksibel; Igrow bisa mengisi ruang kosong antara investor dan pemodal, dan tukangsayur.co bisa mengisi kebutuhan sayur rumah tangga yang sibuk.

Namun demikian, hal yang menjadi masalah adalah ketika startup digital juga mengisi fantasi-fantasi yang bisa mengakibatkan kesalahpahaman yang berakibat fatal. Games (2017) mengonfirmasi bahwa banyak kaum muda kalangan terdidik bersedia masuk ke dunia bisnis semata karena terpengaruh gemerlap startup digital yang digambarkan penuh warna, canggih, dan bergengsi.

Penerimaan dari orang-orang terdekat dan masyarakat sekitar membuat mereka merasa leluasa untuk memulai usaha baru sekaligus memberikan kebanggaan di masa awal berbisnis.

Hanya saja, (calon) pelaku startup digital ini harus mempertimbangkan skenario terburuk yang mungkin akan mereka hadapi. Mazzarol (2012) mengingatkan bahwa seringkali pelaku startup terjebak pada penerapan teknologi yang rumit, lama dan berbiaya tinggi. Akibatnya, startup jenis ini banyak yang layu sebelum berkembang alias tidak pernah bisa masuk pasar.

 

Salah paham atau gagal paham?

Hanya sedikit yang muncul ke permukaan dan sukses. Secara singkat, startup tidaklah sama dengan startup digital yang membutuhkan banyak persyaratan untuk bisa sukses dan betapa banyak, startup yang berdiri dengan fondasi yang lemah karena alasan yang salah: coba-coba di bisnis yang penuh fantasi dan melupakan aspek-aspek mendasar dalam berbisnis.

Sektor jasa dan perdagangan memang menunjukkan tren positif sebagaimana keduanya menyumbang 70% dari tambahan lapangan kerja di 2016. Faisal (2017) juga telah memprediksi bahwa manufaktur dan pertanian masih mengalami perlambatan di tahun 2017. Namun demikian, bukan berarti bahwa startup sebaiknya hanya berfokus pada jasa dan perdagangan. Kesalahpahaman lainnya dari (calon) pelaku startup adalah mereka seringkali melihat tren sesaat saja dan bukan berpatokan pada aspek kesinambungan usaha. Kesinambungan hanya bisa didapat dari competitive advantage dan ini berasal terutama dari inovasi. Dalam hal ini, inovasi tidaklah identik dengan teknologi mahal dan rumit.

Menarik disimak bahwa sebagian kaum muda terdidik lari dari pusat inovasi (universitas) dan lebih tertarik kepada model bisnis yang sama sekali baru dan belum terbukti. Dengan segala keterbatasannya, riset di perguruan tinggi umumnya berasal dari suatu masalah dan berbasis potensi daerah. Ini bisa dimanfaatkan secara maksimal sehingga muncul startup yang lebih siap melakukan komersialisasi, startup dengan pelaku yang memulai semuanya dari pemahaman dan fondasi bisnis yang benar dan kuat.

 
Dikutip dari: http://analisis.kontan.co.id/news/kesalahpahaman-pelaku-startup?page=1
 
 

Dalam upaya melatih mahasiswa pada kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, dosen Jurusan Manajemen telah melibatkan mahasiswa dalam kegiatan yang didanai oleh kemenristek-dikti anggaran 2017. Kegiatan ini bisa mendorong percepatan masa studi mahasiswa karena mereka akan terlibat aktif dalam penelitian dosen dan sekaligus dapat menjadi tugas akhir (skripsi) mahasiswa.

Tahun ini, Ratni Prima Lita dengan anggota tim: Meuthia, Ranny Fitriana Faisal, dan Sari Lenggogeni melibatkan 8 (delapan) orang mahasiswa untuk kegiatan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) dan 4 (empat) orang mahasiswa untuk kegiatan pengabdian dengan anggota tim: Meuthia dan Sari Surya dalam kegiatan Ipteks Bagi Produk Ekspor (IBPE).  Kedua kegiatan memilih objek Industri Kreatif khususnya Industri Kerajinan di Sumatera Barat.

12 (dua belas) orang mahasiswa jurusan Manajemen FEUA ini terdiri dari 6 (enam) orang mahasiswa reguler, 2 (dua) orang mahasiswa internasional dan 4 (empat) orang mahasiswa Kampus II Payakumbuh. Konsentrasi mereka adalah Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Kewirausahaan.

Mahasiswa cukup antusias dalam kegiatan yang dilakukan dosen. Hal ini terlihat dari keseriusan dan semangat mereka untuk terlibat aktif mulai dari persiapan kegiatan yang telah dimulai pada tanggal 23 Februari 2017 hingga pengumpulan data ke lapangan yang telah dilakukan sejak tanggal 03 Maret 2017. Semoga kegiatan ini juga memotivasi mahasiswa untuk mengaplikasikan imu yang telah diperoleh selama bangku kuliah dan mendorong mahasiswa lain untuk ikut terlibat dalam kegiatan dosen.

Satu lagi, dosen Manajemen FE UA berhasil menyelesaikan studi doktor di salah satu universitas terkemuka di Eropa.

Memilih untuk melanjutkan studi doktoral di Maastricht School of Management - Netherland (Belanda) Ma'ruf meraih gelar Doctor of Business Administration (DBA) pada 22 Februari 2017. Gelar tersebut diraih  dengan menyelesaikan disertasinya yang berjudul "Adoption of environmental strategy in hotel industry in Indonesia"  dibawah bimbingan Prof. E. J. de Bruijn. Dalam disertasinya tersebut, ia menggunakan mixed method approach untuk mengeksplor hubungan antara peran penting stakeholder dan adopsi environmental strategy. Sebelumnya, temuan awal penelitian tersebut telah dipresentasikan pada International Conference in International Business (ICIB), Thessaloniki, Greece (Yunani) pada Mei 2012 dan dinobatkan sebagai paper terbaik.

Melalui Ketua Program Studi - Dr. Verinita, SE., M.Si, keluarga besar Program Studi Manajemen mengucapkan selamat dan sukses untuk Ma'ruf atas capaian tersebut dan selamat bergabung kembali di Program Studi Manajemen FE UA. Lebih lanjut Verinita menyatakan bahwa dengan kembali bergabungnya Ma'ruf akan semakin memperkuat sumber daya dosen di Program Studi Manajemen serta Fakultas Ekonomi umumnya. Hal ini adalah wujud komitmen dan dukungan Program Studi Manajemen untuk selalu meningkatkan Sumber Daya Dosen dalam rangka mewujudkan Visi Program Studi. Saat ini Program Studi Manajemen juga tengah menugaskan beberapa orang staf dosen untuk melanjutkkan studi doktoral diberbagai kampus baik di Indonesia maupun di luar negeri, tambahnya. RFH

Diberitahukan kepada mahasiswa Program Studi Manajemen FE UA untuk melakukan konsultasi paruh semester dengan masing-masing Pembimbing Akademik sebelum mengikuti Ujian Tengah Semester Genap T.A 2016/2017. Bagi yang belum melakukan bimbingan pada saat UTS akan mendapat konsekuensi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tertanda,

 

Ketua Program Studi Manajemen

Setelah meluncurkan buku pertama tentang kewirausahaan di 2011, Dr Donard Games, dosen jurusan Manajemen FEUA, meluncurkan buku keduanya dengan judul “Generasi Baru Kewirausahaan Indonesia: Bercermin dari Kewirausahaan Minangkabau”. Buku ini bisa didapatkan di Toko Buku Sari Anggrek, Padang dan Jurusan Manajemen FEUA.

Buku setebal 185 halaman ini berisi tentang banyak isu terkini terkait kewirausahaan dan usaha kecil menengah di Indonesia yang merupakan refleksi penulis dari situasi dan kenyataan di Kewirausahaan Minangkabau. Penulis mengidentifikasi bahwa telah muncul generasi baru kewirausahaan Indonesia yang dicirikan dengan karakter pelaku usaha yang muda, independen, dan lebih mudah berkolaborasi dalam membentuk kemitraan usaha. Dan ini merupakan salah satu temuan dari tesis penulis yang diselesaikan di The University of Western Australia. Selain itu, buku ini juga membahas tantangan kekinian yang melingkupi pelaku startup di Indonesia khususnya di Sumatera Barat.

Dr Donard Games juga mendorong mahasiswa Manajemen Universitas Andalas untuk memperluas cakrawala pemikiran, dan itu mulai dengan menggiatkan budaya membaca. “Membaca adalah bagian dari upaya mencerahkan pemikiran. Membaca pelbagai hal akan memerkaya khasanah pemikiran. Pemikiran yang kaya dan tercerahkan akan menghasilkan mahasiswa yang bukan hanya cemerlang dalam dunia akademik dan kerja, tapi juga menghasilkan karya yang memberikan kemanfaatan bagi orang banyak”, katanya.

 

Seminar Nasional  dan Call For Paper Jurusan Manajemen FE UNAND diadakan dengan mengusung tema "Optimasi Industri Kreatif Untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional Yang Berkelanjutan". Diadakan pada tanggal 18 November 2016 di Convention Hall Universitas Andalas, Padang.

Kegiatan seminar nasional yang dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat - Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi, M.Sc, ini menghadirkan tiga orang pakar sebagai keynote speaker yaitu Irfan Wahid yang merupakan Ketua Pokja Industri Ekonomi Kreatif Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Republik Indonesia; Yuliandre Darwis, Ph.D yang merupakan Ketua Komite Penyiaran Indonesia Pusat; dan Prof. Dr. Herri, MBA yang merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Dalam pemaparannya para pembicara memfokuskan pembahasan tentang bagaimana pentingnya peran industri kreatif dalam menopang perekonomian Indonesia serta bagaimana peran industri ini dapat dioptimalkan agar memberikan manfaat yang lebih untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sesuai dengan temanya, industri kreatif merupakan industri yang berperan vital dalam perekonomian. Kontribusi pendapatan dan serapan tenaga kerja yang tinggi telah menempatkan industri ini sebagai salah satu tulang punggung negara. Perannya juga meluas tidak hanya pada sektor formal tapi juga informal. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan keefektifan bisnis pada industri ini. Kemudian, tuntutan lingkungan yang semakin dinamis memberikan efek terhadap industri terutama perusahaan berskala kecil. Persaingan yang tinggi semakin mempersulit ruang gerak industri perusahaan kecil untuk berkompetisi terutama dengan pemain besar. Industri kreatif dipandang sebagai salah satu senjata nasional. Indonesia yang memiliki kekayaan budaya baik kerajinan maupun event tradisi, ditambah lagi dengan potensi pariwisata yang telah mendapat pengakuan, harus menjadikan sektor ini sebagai sumber keunggulan bersaing.

Conference Session pada seminar ini diikuti oleh 44 artikel yang ditulis oleh akademisi maupun praktisi dari berbagai perguruan tinggi atau instansi lainnya di Indonesia. Sebanyak 44 artikel dipresentasikan pada dalam kegiatan ini dan dikelompokan ke dalam beberapa bidang kajian yang relevan. Artikel yang diterima mendiskusikan beragam jenis isu dari setiap fungsi bisnis. Setiap kajian akan dipresentasikan pada forum kecil dengan para ahli pada bidang masing-masing. Pengkajian pada forum kecil tersebut akan menjadikan proses diskusi akan lebih fokus dan mendalam.

Kegiatan ini memfasilitasi interaksi penting antara para akademisi, praktisi dan pengambil keputusan. Hasil kajian baik empiris maupun konseptual yang didiskusikan pada kegiatan ini diharapkan dapat menambah khasanah pikir dan pemahaman yang lebih luas untuk usaha optimasi industri kreatif sehingga dapat memberikan damapak terhadap keberlanjutan pertumbuhan perkeonomian nasional.

    

  

 
 

Statistik Kunjungan

015951
Today
This Week
This Month
All days
101
415
2604
15951